Ada empat hal yang saya bayangkan ketika berbicara mengenai masa depan dunia. Tiga diantaranya terkait dengan hal-hal yang menjadi tujuan dari Deklarasi Milenium atau biasa dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs), yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan (eradicate estreme poverty & hunger), mencapai pendidikan dasar bagi semua (achieve universal primary education), dan memastikan kelestarian lingkungan hidup (ensure environmental sustainability).[1] Hal keempat yang saya bayangkan dari masa depan dunia adalah menjadinya bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa pergaulan internasional.
Seperti cita-cita dalam MDGs, di masa depan dunia nanti saya ingin melihat setiap orangnya mendapat kehidupan yang sejahtera. Dari delapan tujuan MDGs ada tiga poin utama menurut saya untuk mendapatkan kehidupan yang sejahtera bagi seluruh umat manusia. Tiga poin utama tersebut adalah penanggulangan kemiskinan dan kelaparan, pencapaian pendidikan dasar bagi semua, dan pemastian adanya kelestarian lingkungan hidup. Mengapa penanggulangan kemiskinan dan kelaparan menjadi hal yang penting? Bukan bermaksud menuhankan uang, tetapi rasanya mustahil bagi kita untuk bisa mencapai kehidupan yang sejahtera tanpa uang. Di zaman modern ini, nyaris segala hal akan dilihat sebagai potensi untuk mendapatkan penghasilan sehingga setiap barang dan jasa yang kita inginkan pun memaksa kita untuk mengeluarkan uang. Bila terjebak pada kondisi hidup yang miskin dan lapar, seseorang juga akan terjebak pada pemikiran yang sempit. Contoh paling sederhana, orang yang miskin dan lapar tentu kehidupan sehari-harinya hanya akan memikirkan soal bagaimana caranya agar ia bisa menghentikan rasa lapar di perutnya. Sedangkan lebih besar kemungkinannya bagi orang yang hidup dalam kesejahteraan untuk memikirkan hal-hal lain yang dapat memperluas cara berpikirnya. Orang yang hidup sejahtera tentu dapat memikirkan kesehatan diri, mempercerdas diri, atau bahkan memikirkan solusi atas permasalahan-permasalahan dunia. Selain itu, bila bisa hidup dalam tingkatan yang sejahtera dan sejahtera, otomatis seseorang bisa mendapatkan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik untuk menunjang kehidupannya.
Lalu, mengapa pencapaian pendidikan dasar bagi semua menjadi hal yang juga penting? Pendidikan merupakah hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan seseorang secara signifikan. Dengan pendidikan dasar, setiap orang setidaknya akan mempunyai kemampuan dasar yaitu baca, tulis, dan hitung (calistung). Selain itu, pada pendidikan dasar terdapat juga penanaman dasar-dasar dari ilmu lain seperti IPA dan IPS. Dengan mencapai pendidikan dasar, seseorang akan lebih mengenal dunia dan lebih mudah untuk mencapai pemmikiran yang terbuka. Selain itu kemampuan calistung juga akan menjadi sangat penting karena seseorang tidak akan menjadi mudah tertipu oleh pihak-pihak tertentu. Bila setiap orang di dunia mendapat pendidikan dasar, maka akan lebih mudah bagi seseorang untuk maju karena wadah bagi dirinya untuk belajar akan lebih mudah didapat ketimbang orang-orang yang tidak mendapatkan pendidikan dasar.
Selanjutnya, mengapa kelestarian lingkungan hidup menjadi hal yang juga penting? Sejauh ini, bumi menjadi satu-satunya tempat yang paling mungkin bagi manusia untuk menjalani kehidupan. Bila kita tidak merawat kelestarian lingkungan, maka cepat atau lambat kita akan kehilangan tempat tinggal yang nyaman. Maka dari itu, menjaga kelestarian lingkungan hidup bukanlah sekedar perkara merawat bumi, tapi juga memelihara tempat tinggal kita sendiri. Di masa depan nanti setidaknya saya ingin melihat lebih banyak lahan hijau dan semakin minim terjadinya penebangan pohon secara liar sehingga kondisi-kondisi hutan lebih baik.
Hal terakhir yang saya bayangkan mengenai masa depan dunia adalah menjadinya bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan internasional. Bila hal ini terwujud, artinya Indonesia pun telah menjadi salah satu negara maju karena umumnya hanya negara-negara maju yang bahasanya digunakan sebagai bahasa pergaulan internasional. Guru Besar Bahasa Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta(UNS), Prof Dr Handayani mengatakan bahwa telah ada 45 negara yang membuka Program Studi Bahasa Indonesia untuk diajarkan di sekolah negara masing-masing.[2] Bahkan di Australia terdapat 500 sekolah yang membuka Program Studi Bahasa Indonesia. Sedikit banyak hal ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin dikenal luas dan dianggap penting sehingga bahasanya dipelajari. Bila bahasa Indonesia berhasil menjadi bahasa pergaulan internasional, yang menjadi peer berat bagi pemerintah dan masyarakat adalah untuk meningkatkan kualitas SDM kita agar tidak tenggelam oleh potensi-potensi luar negeri yang datang ke Indonesia.
[1] http://www.un.org/millenniumgoals/, diakses pada hari Senin, 21 Mei 2013 pk. 21.55
[2] http://www.islamtimes.org/vdchvqniw23nz-d.yrt2.html diakses pada hari Senin, 21 Mei 2013 pk. 22:23
-trika
note : Tulisan ini gue buat sebagai tugas opini mata pelajaran PKn dengan tema “Masa Depan Dunia”.



