Setelah Senja Turun dan Kita Akan Berpisah Untuk Merindu

Tak pernah ada yang mengisi penuh hatiku dengan senyum, ragu, tawa, dan tangis yang tercampur aduk seperti dirimu, kasih. Lihatlah langit semburatkan garis-garis merah senja. Atau embun segar yang menempel lekat di daun-daun pagi. Harusnya atas keberadaan merekalah kita mensyukuri betapa lembut dan indahnya dunia, tapi aku tak bisa memalingkan muka dari senyum kecil yang kau tampakkan di sela ketakutan.Senyum kecil itu seperti lambang penolakanmu terhadap waktu kita yang akan habis.

Tak pernah ada yang menjadi nomor satu di hatiku selain dirimu, kasih. Sebisa mungkin, segala-galanya tentangmu adalah prioritas utama dalam hidup. Tapi aku harapkan maklummu kali ini. Terlalu banyak hal-hal yang membuat kita tak kuasa melawan. Tak cukup dayaku bila mesti memilih, alam atau dirimu. Ya, ada hal-hal yang lebih berkuasa daripada perasaan kita. Ia ciptakan perpisahan yang sebentar lagi menghampiri kita.

Tidak ada yang melubangi hatiku selain dari waktu yang kau hitung mundur. Tak bisa kita tolak hal-hal yang barangkali adalah terbaik bagi kita. Tapi benar sungguh aku nikmati waktu yang lalu bersamamu. Masa yang pada harapan tersembunyi kuinginkan kehadirannya lagi. Barangkali nanti, saat telah asing kita sebab bau tak selamanya menetap setia.

Kasih, jangan memejam. Biar sampai kita pada detik terakhir, lagi menatap mantap sosok yang siap jadi kenangan. Tepat di bola matamu aku akan jadi abu yang terbang jauh membumbung ke langit tempat kita berkhayal soal makhluk-makhluk ajaib dan naga. Juga tepat di bola mataku tumbuh dirimu jadi sekuntum bunga menjulang ke langit. Kepada langit, tempat abu -yaitu aku- menunggumu.

Sebentar lagi kasih, aku akan kembali menjadi abu yang sabar menanti, tak henti bertanya soal kapan kita akan mengulang memori lagi.


catatan
: Sebuah tulisan lama (2011-2015) untuk @nulisbuku#FF2in1

2 thoughts on “Setelah Senja Turun dan Kita Akan Berpisah Untuk Merindu”

  1. Background dan warna tulisannya buat mata aku keder, Kak. Aku jadi ragu sudah paham tulisanmu atau belum. Huft.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s