Duka Boleh Jadi Adalah Kesedihan yang Terang

Setelah tiga hari aku masih tidak percaya. Telahkah tiba sore yang tanpa basa-basi pertanyaan sepi? Barangkali mujur bagiku ditimpuk kenyataan. Ada yang akan datang tanpa pernyataan, tanpa pertanyaan. Mujur bagimu waktu telah tiba dan habis kenyataan.

Kita masih muda dan masih bisa tertawa mengutuki orang tua yang penuh sesal merenungi jalan yang mereka salah pilih di persimpangan. Setelah berbotol-botol bir yang mendefinisikan kenikmatan dosa, kita tangisi orang tua yang salah pilih jalan. Sebab akankah kita jadi pengecut bersenjata alasan di persimpangan? Bertambah umur jadi si dewasa yang diciumi sesal dan menumpahkannya pada masa depan yang cuma tahu perkara lahir dan menjalani?

Sebab sungguh! Mujur bagimu waktu telah tiba menuntaskan segala tanya perihal kenyataan.

Setelah tiga hari mestikah aku percaya kalau hidup bisa menyerang siapa saja? Pada detik yang tuhan takdirkan, hidup akan menegak seluruh badan dan hilanglah kita. Tinggal tiada.

Tapi mujur bagimu kawan. Telah tuhan habisi segala tanya selagi kau masih muda dan masih bisa tertawa.

Mujur bagi kita, tidak tuhan habisi kenangan yang ada.

selamat jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s