Tanya Tuhan

yang basah di manis bibirmu
apalagi kalau bukan linang airku?
asin hidup serupa rencana yang sukses kau serempet

kasih, kata orang
nikmat mana lagi yang mau kau dustakan?
tapi apa yang nikmat?
dan apa yang runtuh nyeri?
bisakah kita hidup dalam satu pandang lurus?
yang mana lurusmu
dan yang apa lurusku?
bagaimana bila lara kita
bagi hidup masing-masing?
bagaimana bila lara adalah kata
-satu-satunya- yang lupa kau pungut bahagianya
?

bila senyummu badai, linangku mentari
relakah kau terima pesakitan
yang rindu setengah mampus?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s